TAPANULI TENGAH, Sumatera Utara — Mahasiswa Stambuk 23 Kelas Gizi A melalui mata kuliah Manajemen Bencana dan KLB melaksanakan kegiatan penggalangan dana yang disalurkan dalam bentuk makanan dan minuman siap konsumsi bagi warga terdampak banjir di Desa Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi pengungsi pascabencana sekaligus mendukung pencegahan penurunan status gizi serta risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) di lingkungan pengungsian.
Dalam laporan kegiatan, tim pelaksana menyebut pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan kolaboratif, melibatkan mahasiswa, dosen pengampu, serta perangkat desa setempat. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan pengungsi, penggalangan dana sukarela, pengadaan dan pengemasan bantuan pangan bergizi, lalu distribusi langsung ke posko pengungsian. Pada saat penyaluran, tim juga memberikan edukasi singkat terkait konsumsi makanan bergizi dan kebersihan pangan untuk menekan risiko penyakit pascabencana.

Bantuan yang disalurkan berupa pangan siap konsumsi dan minuman kemasan, di antaranya susu UHT full cream, roti dan biskuit (Marie ATB, Unibis Bon Bon, Roma kelapa), minuman sereal instan Energen rasa vanila, kopi untuk orang dewasa, wafer untuk anak-anak, serta air minum kemasan gelas sebanyak 12 kotak. Bantuan diberikan langsung di posko pengungsian tanpa pengolahan makanan di lokasi, menyesuaikan kondisi darurat dan keterbatasan sarana memasak.
Hasil observasi tim di posko mencatat fasilitas dasar tersedia namun terbatas. Lingkungan pengungsian dilaporkan masih berdebu, dan lantai sebagian lembap. Pengungsi dari anak-anak, orang dewasa hingga lansia berada di satu ruangan tanpa sekat, menunjukkan keterbatasan ruang. Dalam temuan lapangan, sebagian anak tampak lemas dan kurang aktif, yang diinterpretasikan sebagai indikasi kebutuhan tambahan asupan energi.
Laporan juga memuat indikator keberhasilan program (disebut Program PEMA) yang antara lain menargetkan keterlaksanaan kegiatan ≥90%, ketepatan sasaran ≥85%, kesesuaian jenis bantuan ≥85%, serta respons pengungsi ≥80% yang menyatakan bantuan bermanfaat. Dari sisi akademik, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat capaian pembelajaran melalui keterlibatan aktif mahasiswa (ditargetkan ≥90%).

Selain bantuan fisik, edukasi singkat mengenai gizi dan kebersihan makanan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Tim menilai paket pangan siap konsumsi relevan untuk kondisi pengungsian yang memiliki keterbatasan fasilitas dan lingkungan yang belum optimal, sehingga bantuan dapat langsung dimanfaatkan oleh pengungsi.
