UINSU Medan Dorong Dosen Berinovasi Lewat BOPTN PKM 2026, Fokus pada 8 Program Prioritas Kemenag

MEDAN – Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan mulai mematangkan persiapan pengabdian masyarakat untuk tahun anggaran 2026. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), UINSU secara resmi mensosialisasikan skema Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Kamis (26/3).
Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menegaskan bahwa penelitian dan pengabdian dosen tidak boleh terjebak dalam formalitas administratif semata. Ia menuntut adanya dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pengabdian harus berbasis kebutuhan riil di lapangan. Dosen harus hadir memberikan solusi bagi persoalan umat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban laporan,” ujar Prof. Nurhayati dalam arahannya.


Menyasar 8 Program Prioritas Kemenag
Untuk tahun 2026, arah pengabdian masyarakat UINSU akan dikerucutkan pada delapan program prioritas Kementerian Agama RI. Fokus ini diambil agar output pengabdian selaras dengan visi nasional. Delapan poin tersebut meliputi: Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan; (2) Penguatan Ekoteologi; (3) Layanan Keagamaan Berdampak; (4) Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi; (5) Pemberdayaan Pesantren; (6) Pemberdayaan Ekonomi Umat; (7) Sukses Haji; dan (8) Digitalisasi Tata Kelola.
Ketua LP2M UINSU, Prof. Dr. Nispul Khoiri, menambahkan bahwa terdapat empat klaster unggulan yang menjadi wadah bagi para dosen, yakni pengabdian berbasis komunitas, moderasi beragama, pembinaan kapasitas, dan pengembangan program studi.


Digitalisasi Lewat LITAPDIMAS
Secara teknis, seluruh proses pengusulan proposal akan dilakukan melalui sistem terintegrasi LITAPDIMAS. Kepala Pusat PKM mengingatkan para peneliti untuk disiplin terhadap tenggat waktu dan detail administrasi.
Sosialisasi yang digelar secara hibrida ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif mengenai strategi menembus jurnal bereputasi dan menghasilkan produk inovasi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi UINSU sebagai universitas Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing global di tahun 2026.