Dosen UINSU dan BRIN Berkolaborasi, Bedah Tantangan Vaksin HPV di Kota Medan

MEDAN — Sektor kesehatan publik di Kota Medan menjadi fokus utama dalam kolaborasi riset terbaru antara akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara dan peneliti nasional dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Melalui skema hibah kompetitif nasional, tim gabungan ini akan membedah tantangan edukasi vaksin HPV dalam perspektif sosial dan humaniora.
Program riset bertajuk “Edukasi Vaksin HPV di Tengah Keterbatasan Akses: Perspektif Sosial Humaniora tentang Orangtua, Remaja, dan Kebijakan Kesehatan di Kota Medan” ini berhasil lolos seleksi dalam program Call for Research Collaboration (CFRC) 2026 yang diselenggarakan oleh Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN.

Penelitian ini dipimpin oleh Evalina Franciska Hutasoit, SKM., MPH., dari Pusat Riset Kependudukan BRIN. Keanggotaan tim mencerminkan sinergi lintas institusi yang kuat, melibatkan Sari Kistiana dan Desy Nuri Fajarningtyas dari BRIN, Putra Apriadi Siregar dari UINSU Medan, serta Muhammad Ancha Sitorus dari Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara. Keterlibatan Putra Apriadi Siregar sebagai perwakilan akademisi UINSU menunjukkan peran aktif kampus dalam memberikan kontribusi ilmiah terhadap kebijakan kesehatan nasional yang berbasis kearifan lokal.

Riset ini dinilai sangat krusial mengingat urgensi pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV masih menghadapi tembok besar berupa tantangan sosial dan aksesibilitas. Tim peneliti tidak hanya melihat aspek medis, tetapi mendalami bagaimana peran orang tua dan kesiapan remaja dalam menerima vaksin tersebut.
“Fokus utama kami adalah melihat bagaimana perspektif sosial dan humaniora memengaruhi penerimaan vaksin HPV. Kami ingin membedah peran orang tua serta kesiapan remaja di tengah dinamika sosial Kota Medan,” ujar tim peneliti dalam keterangan resminya.

Sebagai langkah awal, tim dijadwalkan melakukan koordinasi riset dan persiapan pra-pengumpulan data pada minggu pertama bulan Mei 2026. Kegiatan ini akan menyasar berbagai instansi terkait di Kota Medan guna memetakan kondisi riil di lapangan agar data yang dihasilkan akurat dan representatif.
Lolosnya kolaborasi ini dipertegas melalui Nota Dinas Plt. Kepala OR IPSH Nomor: B-1434/III.7/FR.06.01/2/2026. Hasil akhir riset ini diharapkan tidak hanya berakhir di jurnal ilmiah, tetapi menjadi rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah maupun pusat dalam menyusun strategi edukasi vaksinasi yang lebih inklusif dan tepat sasaran.