LP2M UINSU Gelar Pembekalan KKN Internasional Thailand Tahun 2026

Medan, 27 Juli 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sumatera Utara Medan menggelar Pembekalan pelaksanaan KKN Internasional di Thamavitya Mulniti School Yala, Thailand bekerjasama dengan Askara Nirwana Asa Foundation. Pelaksanaan pembekalan KKN Internasional ini membahas persiapan keberangkatan mahasiswa/i peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang direncakan pada tanggal 6 juli 2026.
Kegiatan ini dipandu oleh Muhammad Rezebri, M.K.M dari tim LP2M UIN Sumatera Utara Medan.

Pembekalan KKN dilakukan dengan diskusi dua arah antara mahasiswa KKN Internasional Thailand dengan pihak Thamavitya Mulniti School Yala, Thailand. Pembekalan KKN internasional ini menjadi forum penting bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi teknis dan substantif sebelum menjalankan program KKN di Thamavitya Mulniti School, Yala, Thailand.


Pelaksanaan KKN Internasional Thamavitya Mulniti School Yala, Thailand dibawa oleh Bapak Ridhova selaku perwakilan Thamavitya Mulniti School Yala, Thailand yang berdiskusi langsung dengan para mahasiswa. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa KKN Internasional Thailand terlihat sangat aktif dan mendalam berdiskusi mulai dari teknis penjemputan, peraturan yang berlaku di lingkungan sekolah, rancangan program kerja, sistem pembelajaran, hingga ketentuan yang perlu dipatuhi selama mahasiswa menjalankan kegiatan KKN di Thailand.
Para mahasiswa KKN Internasional Thailand tampak antusias mengikuti sesi diskusi. Mereka aktif mengajukan berbagai pertanyaan, terutama terkait sistem mengajar di sekolah, bentuk program kerja yang memungkinkan untuk dilaksanakan, hal-hal yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan, tata cara berpakaian, hingga kebutuhan pribadi yang perlu dipersiapkan selama berada di Yala.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) LP2M UIN Sumatera Utara Medan yaitu Bapak Putra Apriadi Siregar selaku penanggung jawab sekaligus penyelenggara KKN UIN Sumatera Utara. Kehadirannya menjadi bentuk pendampingan langsung kepada mahasiswa agar proses persiapan keberangkatan berjalan lebih terarah, matang, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Dalam arahannya, Ridhova berpesan agar mahasiswa segera menyelesaikan rancangan program kerja. Menurutnya, rancangan tersebut perlu dikoordinasikan lebih awal agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan program sekolah. “Mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan rancangan program kerja agar nantinya bisa dikoordinasikan dan disesuaikan dengan program yang ada di sekolah,” pesannya dalam sesi diskusi.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan kondisi fisik dengan baik sebelum keberangkatan. Persiapan tersebut dinilai penting mengingat mahasiswa akan tinggal dan beraktivitas di lingkungan baru dengan budaya, sistem pendidikan, serta kebiasaan yang berbeda.


Selain itu, Ridhova menekankan agar mahasiswa tidak merancang program yang terlalu besar apabila berpotensi sulit direalisasikan secara maksimal. Menurutnya, program sederhana namun terlaksana dengan baik akan lebih berdampak dibandingkan program besar yang tidak berjalan optimal.
“Tidak perlu membuat program yang terlalu besar. Alangkah baiknya program yang sederhana, tetapi dapat berjalan dengan baik selama pelaksanaan KKN,” ujarnya.
Melalui diskusi koordinasi ini, LP2M UIN Sumatera Utara Medan berharap mahasiswa peserta KKN Internasional mampu mempersiapkan diri secara akademik, teknis, fisik, dan mental. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelaksanaan KKN Internasional, khususnya dalam membangun kerja sama pendidikan, pengabdian masyarakat, dan pengalaman lintas budaya di tingkat internasional.