
Belajar bahasa Arab tidak harus selalu identik dengan hafalan dan suasana kelas yang kaku. Hal inilah yang coba dihadirkan oleh Astri Wulandari, mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, UIN Sumatera Utara yang merupakan salah satu delegasi KKN Internasional BKS PTN Wilayah Barat ke-III Tahun 2026 di Kabupaten Tasikmalaya. Bersama salah satu teman kelompoknya, Salah Nasser Hasan Meqdam, mahasiswa Universitas Bengkulu yang berasal dari Yaman, Astri berkolaborasi merancang dan menghadirkan sebuah program tambahan bertajuk “Arabic Fun Learning”.
Program ini dilaksanakan selama enam hari di MDT DKM 1 Masjid Al-Khoeriyah dan MDT DKM 2 Masjid Al-Ikhlas, Kampung Sukahaji, Desa Mandalajaya, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. Gagasan program tersebut berangkat dari hasil pengamatan bahwa pengetahuan dasar anak-anak mengenai bahasa Arab masih cukup terbatas. Padahal, bahasa Arab memiliki peran penting dalam pembelajaran keislaman sebagai bahasa Al-Qur’an. Karena itu, Astri dan Salah memandang bahwa pengenalan bahasa Arab perlu dilakukan sejak dini melalui metode yang lebih dekat dengan dunia anak-anak.
Materi yang diberikan disesuaikan dengan jenjang dan kemampuan siswa. Untuk kelas 1, 2, dan 3, pembelajaran difokuskan pada penguatan dan penuntasan huruf hijaiyah. Sementara itu, siswa kelas 4, 5, dan 6 mendapatkan materi yang lebih beragam, seperti perkenalan sederhana dalam bahasa Arab, mufrodat (kosakata) di sekitar ruang kelas, warna, angka 1–15 dalam bahasa Arab, doa-doa harian, serta kegiatan mewarnai dengan tema lingkungan laut.
Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, Arabic Fun Learning dikemas melalui games edukatif dan aktivitas interaktif, seperti ice breaking, challenge hafalan, serta berbagai permainan yang mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi. Dengan pendekatan tersebut, proses belajar menjadi lebih hidup dan tidak monoton. Anak-anak pun dapat belajar, bermain, sekaligus mengulang materi yang telah diberikan dalam suasana yang menyenangkan.
Antusiasme anak-anak menjadi salah satu hal yang paling terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka menunjukkan respons yang positif, aktif mengikuti permainan, berani mencoba menjawab, serta bersemangat ketika diberikan tantangan hafalan. Setiap materi yang telah dipelajari juga diarahkan untuk dihafalkan dan diulang kembali sebagai bentuk penguatan agar materi yang dipelajari tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Alhamdulillah, rangkaian program Arabic Fun Learning dapat berjalan dengan lancar dan capaian yang direncanakan dapat terlaksana. Bagi Astri dan Salah, kegiatan ini bukan sekadar program tambahan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi ilmu sekaligus menghadirkan pengalaman belajar bahasa Arab yang lebih menyenangkan bagi anak-anak. Melalui langkah sederhana ini, keduanya berharap ketertarikan anak-anak Kampung Sukahaji terhadap bahasa Arab dapat tumbuh sejak dini, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam mengenal Al-Qur’an dan ilmu keislaman.
