UINSU Medan Gelar Seminar Proposal BOPTN 2026, Dorong Mutu dan Relevansi Penelitian Akademik

MEDAN 08 Mei 2026. Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan menggelar Seminar Proposal Penelitian Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UINSU, sebagai bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas.

Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh para jajaran pimpinan LPPM, tim reviewer ahli melalui Zoom meeting, serta puluhan dosen peneliti di lingkungan UINSU Medan yang proposalnya telah lolos seleksi tahap awal.

Peningkatan Standar dan Akuntabilitas Riset

Seminar proposal ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Penelitian LPPM UINSU Medan. Dalam sambutan pembukaannya, beliau menekankan pentingnya proses seleksi dan seminar ini untuk memastikan bahwa setiap dana publik yang disalurkan melalui BOPTN benar-benar menghasilkan karya ilmiah yang bermutu.

“Seminar proposal tahun ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan instrumen penting untuk menyaring ide-ide brilian yang memiliki metodologi kuat dan akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Kita ingin riset 2026 ini melahirkan output berupa publikasi jurnal bereputasi nasional maupun internasional,” ujarnya saat membuka acara.

Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bimbingan dan arahan strategis yang disampaikan langsung oleh Ketua LPPM UINSU Medan. Dalam arahannya, Ketua LPPM menggarisbawahi arah kebijakan penelitian UINSU ke depan yang harus selaras dengan visi integrasi ilmu (wahdatul ‘ulum).

Beberapa poin penting yang ditekankan oleh Ketua LPPM UINSU Medan antara lain:

  • Integrasi Ilmu dan Moderasi Beragama: Penelitian yang didanai BOPTN harus mampu mengawinkan nilai-nilai keislaman dengan sains modern, serta memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan moderasi beragama di Indonesia.
  • Relevansi Sosial: Riset tidak boleh hanya berakhir di tumpukan perpustakaan (menara gading), melainkan harus menjadi solusi atas problem riil yang dihadapi masyarakat, khususnya di Sumatera Utara.
  • Hilirisasi Hasil Penelitian: Dosen didorong untuk memikirkan keberlanjutan riset mereka agar dapat dikonversi menjadi kebijakan publik, produk inovatif, atau program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.

“Tantangan zaman semakin kompleks. Oleh karena itu, LPPM UINSU berkomitmen untuk terus mengawal agar dana BOPTN 2026 ini melahirkan peneliti-peneliti yang tidak hanya unggul secara teoretis, tetapi juga peka terhadap isu-isu sosial dan keagamaan di tengah masyarakat,” tegas Ketua LPPM dalam arahannya.

Sesi inti seminar proposal ini dibagi ke dalam beberapa rumpun keilmuan. Setiap peserta memaparkan rencana penelitian mereka di hadapan para reviewer yang kompeten di bidangnya. Proses diskusi dan bedah proposal ini diharapkan dapat memberikan masukan konstruktif bagi para dosen untuk menyempurnakan metodologi, fokus, serta target luaran penelitian mereka.

Dengan terlaksananya seminar proposal BOPTN 2026 ini, UIN Sumatera Utara Medan optimis dapat terus memacu iklim akademik yang sehat, meningkatkan klasterisasi riset universitas, serta memperkuat kontribusi UINSU dalam pembangunan nasional berbasis riset bermutu.