KKN Nusantara PTKIN: Diktis Kemenag Perkuat Moderasi Beragama Melalui Pengabdian Lintas Daerah

SERANG — Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama (Kemenag) untuk pertama kalinya menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara. Sebanyak 260 mahasiswa terpilih dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia dilibatkan dalam program perdana ini.

Direktur Diktis, Sahiron, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi penguatan moderasi beragama, wawasan kebangsaan, serta pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Lebih dari sekadar kegiatan akademik, KKN Nusantara dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas daerah guna memperkokoh persatuan dalam keberagaman.

Sahiron menekankan pentingnya pembekalan yang matang sebelum para peserta diterjunkan ke lokasi KKN. Ia meminta seluruh perguruan tinggi mempersiapkan mahasiswanya agar mampu beradaptasi dengan budaya dan kondisi sosial masyarakat setempat.

“Mahasiswa harus belajar menghargai dan menghormati budaya lokal. Jangan sampai salah bersikap ataupun salah berbicara ketika berada di tengah masyarakat,” tegasnya di Serang, Rabu (13/5/2026). Ia secara khusus menyoroti pentingnya pemahaman terhadap tradisi masyarakat adat, termasuk masyarakat Badui yang dikenal memiliki pola hidup selaras alam dengan nilai-nilai kearifan lokal yang kuat. “Masyarakat adat memiliki tradisi dan cara hidup tersendiri. Mahasiswa harus hadir untuk belajar, memahami, dan membangun komunikasi yang baik bersama mereka,” ujarnya.

Di sisi lain, Sahiron menegaskan bahwa KKN Nusantara bukan semata berorientasi pada pengabdian masyarakat, melainkan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi kebangsaan antarmahasisa PTKIN dari seluruh penjuru Indonesia.

“Mahasiswa dari berbagai daerah akan saling bertemu dan mengenal satu sama lain. Ini menjadi forum silaturahmi yang sangat penting bagi mahasiswa PTKIN seluruh Indonesia,” katanya. Menurutnya, keberagaman latar belakang para peserta justru menjadi kekuatan untuk membangun rasa saling memahami dan menghargai antarbudaya.

Sahiron berharap program KKN Nusantara PTKIN dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif, baik bagi masyarakat penerima manfaat maupun bagi para mahasiswa peserta program. “Intinya, bagaimana KKN Nusantara ini memperkuat rasa saling menghargai dalam keberagaman dan menghadirkan pengabdian yang berdampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya. Program KKN Nusantara PTKIN sendiri dirancang sebagai wahana kolaborasi mahasiswa lintas daerah, sekaligus media penguatan nilai-nilai moderasi beragama dan kebangsaan melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.