
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap penguatan internasionalisasi serta pengabdian masyarakat melalui keikutsertaan aktif dalam agenda International Student Community Engagement (ISCE) III Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat pada 23–24 Juni 2026 di Universitas Negeri Siliwangi (Unsil), Tasikmalaya, ini mengintegrasikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang bertempat di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran.
Forum kolaboratif ini melibatkan 32 PTN Wilayah Barat dan mahasiswa dari 13 perguruan tinggi mitra mancanegara untuk berkontribusi langsung dalam pemberdayaan masyarakat pada sektor pendidikan, lingkungan, kesehatan, sosial-budaya, ekonomi kreatif, dan pembangunan berkelanjutan. Keikutsertaan LPPM UINSU dalam ISCE III 2026 merupakan bagian dari langkah strategis untuk mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan agenda ‘impactful internationalization’. Ketua LPPM UINSU, Prof. Dr. Nispul Khoiri, M.Ag, menekankan bahwa program ini berfungsi sebagai sarana pembelajaran global lintas disiplin yang membentuk mahasiswa berwawasan internasional, berjiwa kepemimpinan, dan peduli terhadap isu kemanusiaan serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pandangan senada disampaikan oleh Sekretaris LPPM UINSU, Raharjo, yang menilai ISCE sebagai platform strategis untuk memperluas jejaring kemitraan serta memperkaya proses pembelajaran melalui pertukaran perspektif dan gagasan inovatif antara mahasiswa domestik dan internasional.
Sementara itu, Koordinator Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN LPPM UINSU, Putra Apriadi Siregar, menegaskan bahwa keterlibatan ini memfasilitasi mahasiswa dalam mengaplikasikan keilmuan akademis secara langsung di lapangan demi menunjang pembangunan daerah secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, partisipasi UINSU dalam ISCE III 2026 mengukuhkan peran universitas dalam mencetak lulusan unggul yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif dan inklusif bagi masyarakat di tingkat lokal, nasional, maupun global.
